Skip to main content

Perkenalan

Hai! Nama saya Syarief. Saling mengenal adalah hal yang wajar terjadi antar umat manusia. Bagaimana tidak? Sebagai manusia, kita ini adalah makhluk sosial. Senang bekerjasama. Tapi kemudian akan timbul sebuah permasalahan ketika kita akan bekerjasama. Masalahnya adalah : Sama Siapa?
Mungkin, kita sudah memiliki beberapa orang untuk kita ajak bekerjasama. Kita nyaman dengan mereka, kita percaya penuh dengan mereka, namun akan tiba masanya, dimana masing masing mereka memiliki mimpi yang berbeda beda, dan terpaksa harus menjalani proses yang berbeda beda, termasuk dengan kita yang punya mimpi dan proses kita sendiri. Lalu, masalahnya, setelah mereka pergi, dengan siapa kita akan bekerjasama?
Mimpi kadang terlalu tinggi, untuk diraih dengan tangan dan kaki sendiri. Beberapa orang mengakui bahwa peran orang lain sangat penting bagi mereka meraih mimpi mimpi mereka. Beberapa orang masih kekeuh tidak ingin melibatkan kaki orang lain untuk meraih mimpinya, mungkin takut ket ka mimpi sudah diraih, tangan tangan mereka minta ditarik naik semua. Parah.
Sama halnya, kita yang sedang berjuang meraih mimpi dengan proses kita sendiri, mungkin akan membutuhkan uluran kaki kaki yang bisa membantu kita, seperti halnya teman teman kita dahulu. Tapi permasalahannya, di tempat ini, di saat ini, tidak ada "mereka". Kita tidak tahu siapa di sebelah kita, siapa yang sering lalu lalang di depan kita, siapa yang suka menyulut rokok nya di depan kamar kita, kita tidak tahu. Dan akhirnya kita jadi tertutup, diam sendiri. Bukannya melakukan pekerjaan, malah fokus meratapi keadaan. Permasalahannya sekarang : iya kan?
Itulah kenapa manusia wajar untuk saling kenal. Karena kita butuh orang lain, dan orang lain pun butuh kita, maka agar hubungan yang terjalin tidak menimbulkan kesan yang buruk dan dampak yang tidak diinginkan, maka alangkah baiknya apabila melalui sebuah proses yang dinamakan : Perkenalan. Pastikan saat berkenalan, berbasa basi lah sepuas kalian, Obrolkan hal paling tidak penting. Karena obrolan tidak penting hanya bisa terjadi di antara orang orang penting. Sekarang, untuk mulai bekerjasama, timbul masalah baru : Kerja apa?
Sekian, nama saya syarief

Comments

Popular posts from this blog

Minyak Goreng Langka

Hai, gimana kabarnya? Udah lama ga ketemu nih. Pandemi udah jalan hampir 3 tahun, kok bisa makin hari harga malah makin naik, bukannya turun? Katanya pageblug ini adalah ujian buat kita semua, kenapa kita ga saling bantu biar ujian yang dilalui kerasa gampang dan cepet kelar. Kenapa malah mempersulit orang lain dan nambah nambahin persoalan?  Masih ingat dong, dulu awal awal pandemi, yang katanya setiap orang diwajibkan pakai masker, kemana-mana kudu bermasker, naik motor ga pake helm ga papa, asal maskeran, apalagi kalo maskernya SNI. Di saat itu, tiba tiba harga masker naik jadi mahal banget. Yang dulunya 25 ribu bisa dapet sekerdus, tau tau 25 ribu cuma bisa beli sepasang. Lha ini sebenernya pengen warganya bermasker apa kagak sih? Oke lah, mungkin masker mahal karena tingginya kebutuhan dan permintaan masker waktu itu. Jadi dengan dalih menjaga suplai di pasar, harganya dinaikin. Tapi, kok sekarang gantian minyak goreng yang jadi mahal? Katanya minyak goreng udah langka. Kok bi...

Mi Instan dan Anak Kosan

Hai! Nama saya Syarief. Anda anak kos? Saya juga. Yang namanya anak kos, tidak afdhol rasanya kalau tidak dekat dengan produk mi instan. Yap. Mi instan. Jenis olahan mi yang satu ini memang rada  unik. Harganya murah, varian rasa dan ukurannya bermacam-macam, jarang jarang loh. Mi Instan biasa disajikan dengan taburan bawang goreng, telor ceplok setengah mateng, irisan daun bawang, potongan daging ayam atau sapi, dan beberapa bulatan bakso. Ya, itu kalau kita beli mi instan di warung Burjo ya. Kalau mi instan ala anak kos, gak perlu banyak banyak, cukup ditambah nasi biar kenyang, dan dihias dengan kuah agar tidak usah beli air minum (dalam beberapa kasus seperti itu). Mi instan memang memiliki banyak ancaman bagi kesehatan, tapi apabila tidak makan mi instan, kesehatan anak kos jadi terancam. Parah memang. Harus diakui, mi instan memegang peran begitu penting dalam siklus kehidupan anak kos. Tapi bagi saya, mi instan sudah jadi teman sejati. Pagi, siang, sore, malam, mi instan men...

Keuangan Anak Kos

Hai! Nama saya syarief. Anda anak kos? Saya juga. Ngekos; sebuah kegiatan menjalani kehidupan di kos; merupakan kegiatan yang lumrah bagi sebagian besar mahasiswa di tanah air. Kondisi geografis yang mendesak kita jauh dari orang tua, melahirkan banyak permasalahan, salah satunya : gimana sih ngatur keuangan saat ngekos? Sebagian anak kosan, dalam mengatasi krisis ekonominya, memutuskan untuk mencoba terjun ke dunia profesi. Mulai dari bimbel, cathering, konter, fotokopian, MLM bahkan jadi agen 1000 sunlight, semua demi uang jajan tambahan. Sebagian yang lain, memilih yakin pada apa yang sudah diberikan orang tua. Tidak bekerja, fokus kuliah, tidak jadi agen 1000 sunlight, dan lain sebagainya. Mana yang salah? Tentu yang salah adalah yang ragu ragu. Tapi kembali lagi, mengatur keuangan tidak cukup hanya dengan mengatur pemasukan. Pengeluaran yang ada juga harus jadi pertimbangan. Harus punya skala prioritas. Barang mana yang diperlukan, dan mana yang lebih diperlukan. Disinilah diperlu...